Minggu, 06 Januari 2013

♣ Tehnik Mencangkul Yang Efesien


PERSIAPAN

1. Anggaplah ini sebagai olahraga sehingga dengannya anda akan mendapatkan tubuh yang sehat dan kuat.

2. Pastikan mata cangkul tajam dan gagang kokoh sehingga tidak menghambat pekerjaan anda. Jangan lupa memakai penutup kepala, celana panjang dan kaos berlengan panjang yang mudah menyerap keringat untuk melindungi dari sengatan matahari.

3. Gunakan waktu yang terbaik, yaitu sebelum matahari pagi terik atau ketika sore hari, karena ketika udara masih sejuk seperti ini biasanya anda pun masih bersemangat.

4. Usahakan jangan menghadap ke matahari, karena cahayanya yang silau akan membuat mata anda cepat lelah yang akhirnya bisa menurunkan pula kekuatan organ tubuh anda yang lain. Dengan membelakangi matahari, selain membuat pandangan nyaman dan terasa teduh, punggung anda pun menjadi lebih banyak tersiram sinar matahari yang hal ini bisa bermanfaat memperlancar peredaran darah di saraf-saraf belakang tubuh anda, sehingga tubuh pun terasa lebih segar dan bersemangat.

MULAI MENCANGKUL

1. Lebarkanlah kedua kaki anda. Selain untuk berjaga-jaga agar kaki tidak terkena mata cangkul, hal ini akan membuat gerak tubuh anda lebih gesit ketimbang bila merapatkan kedua kaki. Pegang ujung gagang cangkul dengan tangan kiri sementara tangan kanan memegang bagian tengah gagang cangkul.

2. Mencangkullah dengan berjalan maju karena hal ini akan lebih mudah untuk mencangkul tanah berikutnya. Namun untuk beberapa kegiatan -seperti membuat selokan antar bedeng- akan lebih mudah mengambil tanah dengan berjalan mundur. Sebaiknya cangkulan pertama dan kedua/berikutnya berjarak dekat agar lebih mudah saat membalikkannya.

2. Agar hasil cangkul dalam, maka bersihkan terlebih dahulu rumput-rumput yang tumbuh agar tidak menghambat mata cangkul ketika menghujam tanah. Saat mengayunkan cangkul, posisikan mata cangkul agak miring sehingga yang pertama kali menyentuh tanah adalah sudut mata cangkulnya bukan bagian tengahnya. Hal ini, karena dengan posisi menyudut cangkul akan lebih mudah masuk ke dalam tanah. Namun bila hasil cangkulan menurut anda kurang dalam, maka ulangi lagi mencangkul di tempat yang sama. Kedalaman cangkulan yang baik adalah sekira 15-25 cm.

3. Ingat, untuk membalik tanah jangan dengan cara mengungkitnya (mengangkat gagang cangkul ke atas) karena ini bisa membuat tempat gagang cangkul melonggar sehingga gagang cangkul akan menjadi goyah yang akhirnya bisa lepas. Tetapi, tariklah cangkul ke arah anda sambil memastikan tanah terbalik sempurna.

4. Bila tanah hasil cangkulan berupa bongkahan maka terlebih dahulu anda hancurkan dengan cara mencangkulnya kembali secara ringan berkali-kali sampai menjadi gembur. Bila terlalu keras, anda bisa pergunakan besi bagian belakang cangkul untuk menghancurkannya.

5. Jangan lupa untuk sering membersihkan mata cangkul dari tanah yang melekat. Karena bila tidak anda lakukan, hal ini menyebabkan cangkul menjadi berat sehingga membuat anda cepat lelah. Selain itu, cangkul pun menjadi sulit masuk ke dalam tanah.

AGAR TIDAK CEPAT CAPEK DAN LECET

1. Aktifitas mencangkul membutuhkan energi besar, maka tak ada salahnya untuk bersarapan sebelumnya. Kalau tidak memungkinkan maka bawalah bekal makanan, minimal air minum ke kebun.

2. Selain membelakangi matahari dan sering-sering membersihkan cangkul dari tanah yang melekat, aturlah pernafasan anda. Bersikaplah santai dan tidak memacu tenaga terlalu banyak yang hanya akan membuat anda cepat lelah.

3. Bila memang tubuh terasa lelah, istirahatlah. Makan perbekalan anda dan minumlah agar tidak dehidrasi. Edarkan pandangan anda ke sekeliling, dengarkan riangnya kicauan burung di sekitar anda, rasakan lembutnya belaian semilir angin yang menyapa anda. Kagumi semua itu dengan penuh rasa syukur kepada Ilahi. Inilah hal yang paling menyenangkan ketika anda mencangkul.

4. Jangan terlalu lama beristirahat dengan duduk-duduk di bawah pohon, karena bila suhu tubuh anda telanjur dingin akan menyebabkan rasa malas untuk beraktifitas kembali. Akan lebih baik dengan cara berkeliling kebun sembari menikmati suasana di situ atau memerhatikan tanaman kebun anda yang lain. Istirahatlah secukupnya lalu kembalilah beraktifitas.

5. Nah, agar telapak tangan terhindar dari lecet, anda bisa memakai sarung tangan. Namun bila tak sempat, maka yang harus anda lakukan adalah: pastikan permukaan gagang cangkul halus/rata dan jangan terlalu memegangnya erat-erat namun justru longgarkanlah genggaman anda sebatas cangkul tidak lepas. Karena bila anda memegangnya kuat-kuat, ketika cangkul menyentuh tanah maka gagang cangkul akan menghentak lebih keras telapak tangan anda. Yang hal ini tanpa anda sadari membuat lebam bagian telapak tangan yang bila berulang-ulang akan menyebabkan lecet. Namun hal ini tidak akan terjadi bila anda melonggarkan genggaman.

6. Bila telapak tangan anda terasa sakit hendak lecet, jangan pernah sekalipun menusuknya dengan jarum atau menyobek pada bagian yang menggelembung berisi air tersebut. Biarkan ia kering dengan sendirinya. Balutlah dengan kain atau pakai sarung tangan agar tidak terjadi kontak secara langsung dengan gagang cangkul.

7. Dan bila telapak tangan anda telanjur lecet, maka balutlah dengan kain bersih atau pakailah sarung tangan agar tidak semakin parah karena bergesekkan dengan gagang cangkul.

BILA TELAH SELESAI

1. Sebaiknya anda tidak ngoyo (terlalu bersemangat) untuk menyelesaikan pekerjaan saat itu juga bila memang tenaga tidak memungkinkan. Kerjakanlah kembali esok hari ketika tubuh anda segar dan penuh semangat baru.

2. Sebelum anda meninggalkan lahan, pastikan hasil cangkulan anda terlihat rapi. Aturlah dengan cara menarik tanah yang terlalu tinggi kepada yang rendah.

3. Bersihkan cangkul dan peralatan lainnya dari tanah atau lainnya dengan mencucinya dengan air. Karena membiarkan tanah melekat di cangkul akan membuat karat sehingga ketajamannya pun menjadi berkurang.

4. Pastikan tidak ada peralatan yang tertinggal di kebun.

Demikianlah tips yang bisa saya sampaikan kepada anda hasil dari pengalaman pribadi yang pasti banyak kekurangannya, sehingga silakan bagi anda yang hendak menambahi ataupun justru hendak menyanggah.

Namun sebelum mengakhiri tulisan, akan saya sebutkan kembali tips di atas secara ringkas. Yaitu:

1. Pastikan cangkul tajam dan gagang cangkul kokoh.

2. Mencangkullah dengan posisi mata cangkul menyudut (agak miring).

3. Untuk membalikkan tanah, jangan dengan cara mengungkit gagang cangkul ke atas, namun tariklah gagang ke arah kaki anda.

4. Sering-seringlah membersihkan cangkul dari tanah yang melekat, baik pada permukaan atas maupun bawahnya.

5. Bersihkan cangkul setiap kali selesai beraktifitas dengan air bersih.

♣ PENANAMAN Bawang Prei yang Bagus

A. PRA TANAM
 
1. Syarat Tumbuh
Bawang merah dapat tumbuh pada tanah
sawah atau tegalan, tekstur sedang sampai
liat. Jenis tanah Alluvial, Glei Humus atau
Latosol, pH 5.6 – 6.5, ketinggian 0-400 mdpl,
kelembaban 50-70 %, suhu 25-320 C

2. Pengolahan Tanah
Pupuk kandang disebarkan di lahan dengan
dosis 0,5-1 ton/ 1000 m2
Diluku kemudian digaru (biarkan + 1
minggu)
Dibuat bedengan dengan lebar 120 -180 cm
Diantara bedengan pertanaman dibuat
saluran air (canal) dengan lebar 40-50 cm
dan kedalaman 50 cm.
Apabila pH tanah kurang dari 5,6 diberi
Dolomit dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di
atas bedengan dan diaduk rata dengan
tanah lalu biarkan 2 minggu.
Untuk mencegah serangan penyakit layu
taburkan GLIO 100 gr (1 bungkus GLIO)
dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang,
diamkan 1 minggu lalu taburkan merata di
atas bedengan. ‘

3. Pupuk Dasar
Berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-15 kg ZA +
15-25 kg SP-36 secara merata diatas
bedengan dan diaduk rata dengan tanah.
Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK
(15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2
dicampur rata dengan tanah di bedengan.
4. Pemilihan Bibit
- Ukuran umbi bibit yang optimal adalah 3-4
gram/umbi.
- Umbi bibit yang baik yang telah disimpan
2-3 bulan dan umbi masih dalam ikatan
(umbi masih ada daunnya)
- Umbi bibit harus sehat, ditandai dengan
bentuk umbi yang kompak (tidak keropos),
kulit umbi tidak luka (tidak terkelupas atau
berkilau)

B. FASE TANAM
1. Jarak Tanam
Pada Musim Kemarau, 15 x 15 cm, varietas
Ilocos, Tadayung atau Bangkok
Pada Musim Hujan 20 x 15 cm varietas Tiron

2. Cara Tanam
Umbi bibit direndam dulu dalam larutan
NASA + air ( dosis 1 tutup/lt air )
Taburkan GLIO secara merata pada umbi
bibit yg telah direndam NASA
Simpan selama 2 hari sebelum tanam
Pada saat tanam, seluruh bagian umbi bibit
yang telah siap tanam dibenamkan ke dalam
permukaan tanah. Untuk tiap lubang
ditanam satu buah umbi bibit.

C. AWAL PERTUMBUHAN ( 0 – 10 HST )
1. Pengamatan Hama
Waspadai hama Ulat Bawang ( Spodoptera
exigua atau S. litura), telur diletakkan pada
pangkal dan ujung daun bawang merah
secara berkelompok, maksimal 80 butir.
Telur dilapisi benang-benang putih seperti
kapas.
Kelompok telur yang ditemukan pada
rumpun tanaman hendaknya diambil dan
dimusnahkan. Populasi diatas ambang
ekonomi kendalikan dengan VIREXI atau
VITURA . Biasanya pada bawang lebih sering
terserang ulat grayak jenis Spodoptera
exigua dengan ciri terdapat garis hitam di
perut /kalung hitam di leher, dikendalikan
dengan VIREXI.
Ulat tanah . Ulat ini berwarna coklat-hitam.
Pada bagian pucuk /titik tumbuhnya dan
tangkai kelihatan rebah karena dipotong
pangkalnya. Kumpulan ulat pada senja/
malam hari. Jaga kebersihan dari sisa-sisa
tanaman atau rerumputan yang jadi
sarangnya. Semprot dengan PESTONA.
Penyakit yang harus diwaspadai pada awal
pertumbuhan adalah penyakit layu
Fusarium. Gejala serangan penyakit ini
ditandai dengan menguningnya daun
bawang, selanjutnya tanaman layu dengan
cepat (Jawa : ngoler). Tanaman yang
terserang dicabut lalu dibuang atau dibakar
di tempat yang jauh. Preventif kendalikan
dengan GLIO.

2. Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan pertama dilakukan umur 7-10
HST dan dilakukan secara mekanik untuk
membuang gulma atau tumbuhan liar yang
kemungkinan dijadikan inang hama ulat
bawang. Pada saat penyiangan dilakukan
pengambilan telur ulat bawang
Dilakukan pendangiran, yaitu tanah di
sekitar tanaman didangir dan dibumbun
agar perakaran bawang merah selalu
tertutup tanah. Selain itu bedengan yang
rusak atau longsor perlu dirapikan kembali
dengan cara memperkuat tepi-tepi selokan
dengan lumpur dari dasar saluran (di
Brebes disebut melem).

3. Pemupukan pemeliharaan/susulan
Dosis pemupukan bervariasi tergantung
jenis dan kondisi tanah setempat. Jika
kelebihan Urea/ZA dapat mengakibatkan
leher umbi tebal dan umbinya kecil-kecil,
tapi jika kurang, pertumbuhan tanaman
terhambat dan daunnya menguning pucat.
Kekurangan KCl juga dapat menyebabkan
ujung daun mengering dan umbinya kecil.
Pemupukan dilakukan 2 kali
( dosis per 1000 m2 ) :
- 2 minggu : 5-9 kg Urea+10-20 kg ZA
+10-14 kg KCl
- 4 minggu : 3-7 kg Urea+ 7-15 kg ZA+12-17
kg KCl
Campur secara merata ketiga jenis pupuk
tersebut dan aplikasikan di sekitar rumpun
atau garitan tanaman. Pada saat pemberian
jangan sampai terkena tanaman supaya
daun tidak terbakar dan terganggu
pertumbuhannya.
Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK
(15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2
diberikan pada umur ± 2 minggu.

4. Pengairan
Pada awal pertumbuhan dilakukan
penyiraman dua kali, yaitu pagi dan sore
hari. Penyiraman pagi hari usahakan sepagi
mungkin di saat daun bawang masih
kelihatan basah untuk mengurangi
serangan penyakit. Penyiraman sore hari
dihentikan jika persentase tanaman tumbuh
telah mencapai lebih 90 %
Air salinitas tinggi kurang baik bagi
pertumbuhan bawang merah
Tinggi permukaan air pada saluran ( canal )
dipertahankan seti

♣ Penelitian BUDIDAYA BAWANG PREI

 
Kondisi lingkungan yang sesuai dengan pertumbuhan bawang daun dapat memberikan hasil panenyang tinggi. Keadaan lingkungan (iklim dan tanah) yang cocok sangat menunjang produktivitas tanaman. Olehkarena itu, lokasi untuk usahatani bawang daun harus memperhatikan keadaan lingkungan (Cahyono, 2005).
 A.

Keadaan IklimKeadaan iklim yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi usahatani bawang daun adalah suhuudara, kelembapan udara, dan curah hujan. 


1.Suhu UdaraBawang daun menghendaki suhu udara berkisaar antara 19
C - 24
Daerah yang memiliki kisaransuhu udara tersebut adalah daerah yang memiliki ketinggian 400-1.200 m di atas permukaan laut (dpl). Olehkarena itu, bawang daun sangat cocok bila di tanam di daerah tersebut. Suhu udara yang tinggi (lebih dari 24
 C) dapat menyebabkan bawang daun tidaak dapat tumbuh dengan baik (tidak sempurna). 


2. Kelembaban UdaraKelembaban udara yang optimal bagi pertumbuhan bawang daun berkisar antara 80%-90%.Kelembaban udara yang tinggi (lebih dari 90%) menyebabkan pertumbuhan bawang daun tidak sempurna, jumlah anakan setiap rumpun sedikit dan tidak subur, kualitas daun jelek, dan produksi biji rendah karenaproses pembungaan dan pembentukan buah tidak berjalan sempurna. Kelembaban udara yang rendah jugamenyebabkan pertumbuhan vegetatif terhambat, proses pembuahan terhambat, dan banyak bunga yanggugur.
 3. Curah Hujan dan Ketinggian TempatBawang daun dapat ditanam sepanjang tahun (sepanjang musim). Bawang daun tergolong tanamanyang tahan terhadap hujan sehingga dapat ditanam pada musim hujan serta memberikan hasil yang cukupbaik. Namun, curah hujan yang cocok bagi bawang daun adalah sekitar 1.000-1.500 mm/ tahun, denganketinggian tempat yang cocok (ideal) untuk penanaman bawang daun adalah 700-1200 m dpl. 
B.
 Keadaan tanahPemilihan lokasi untuk usahatani bawang daun harus memperhatikan keadaan tanah yang meliputisifat fisik tanah dan sifat kimia tanah. Sifat fisik tanah yang cocok bagi tanaman bawang daun adalah tanahgembur, memiliki solum tanah cukup dalam, dan mudah mengikat air. Sifat fisik tanah yang baik untukpenanaman bawang daun dijumpai pada tanah regosol, andosol, dan latosol. Kondisi fisik tanah yang baik akanmeningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perakaran tanaman sehingga penyerapan zat hara di dalamtanah dapat berjalan lebih baik. Sedangkan kondisi kimia tanah yang cocok untuk bawang daun adalah tanahyang memiliki derajat keasaman tanah (pH tanah) berkisar antara 6,5-7,5.

Teknologi Budidaya
 
Usahatani bawang daun perlu didukung dengan teknik bercocok tanam yang baik, bibit yangberkualitas baik, dan tahapan kerja yang runtut. Teknik budidaya bawang daun meliputi pembibitan,pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, serta perlindungan tanaman dari serangan hama dan penyakit


Pembibitan
Bawang daun diperbanyak secara generatif dengan bijinya atau vegetatif dengan stek. Di Indonesia tanaman ini sulit menghasilkan biji, perbanyakan denganbiji hanya dilakukan pada waktu pertama tanam. Untuk menghemat biaya,penanaman selanjutnya menggunakan bibit stek tanaman induk. Benih biasanya dibelidari toko bibit/pupuk yang mengimpornya dari luar negeri. Sebelum membeli benih,perhatikan varitasnya dan tanggal kadaluarsa benih.Rumpun yang akan dijadikan bibit berumur 2,5 bulan dan sehat. Rumpundibongkar bersama akarnya, bersihkan tanah yang menempel dan akar/daun tua,pisahkan rumpun sehingga didapatkan beberapa rumpun baru yang terdiri atas 1-3anakan. Untuk mengurangi penguapan dan merangsang pertumbuhan tunas baur,sebagian daun dibuang. Bibit ini dapat disimpan di tempat lembab dan teduh selama5-7 hari.
Pengolahan Lahan
Pengolahan lahan dilakukan 15-30 hari sebelum tanam. Lahan dibersihkan dariberbagai jenis gulma dan sisa tanaman yang tidak bisa membusuk dan terurai,termasuk tanaman kayu pada tanah tegalan, serta batu-batu krikil. Kemudian tanahdiolah dengan dicangkul, dibajak, atau ditraktor sehingga didapatkan tanah yanggembur. Kedalaman tanah olahan adalah 30-40 cm. Kemudian buat parit untukpemasukan dan pengeluaran air
TEHNIK PENANAMAN
 Bawang daun dapat ditanam dalam pola tanam tanaman tunggal atausistem tumpang sari. Sistem tumpang sari yang sekarang banyak ditanam adalahdengan tanaman cabe. Penanaman dilakukan sepanjang tahun asal air tersedia.Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober) atau awal kemarau (Maret).
Lubang tanam dibuat pada jarak 20 x 20 cm sedalam 10 cm.

Sebelum tanam bibityang siap tanam sebaiknya direndam dalam larutan fungisida selama 10-15 menit.Tanam bibit dalam lubang dan padatkan tanah di sekitar pangkal bibit pelan-pelan.

PENYIANGAN
Gulma disiangi dua kali, yaitu waktu tanaman berumur 3-4 minggu dan 6minggu. Lakukan penyiangan dengan hati-hati dan gunakan cangkul/kored.Rumput liar yang tumbuh di parit antar bedengan juga harus disiangi. Untuk menjaga kebersihan kebun dan tanaman, lakukan pemotongan tangkai bunga dandaun tua. Pemangkasan ini juga merangsang pertumbuhan anakan.

PEMUPUKAN
Pupuk yang diberikan adalah 300 kg/ha urea dan 600 kg/ha ZA. Keduapupuk ini diberikan bersamaan dengan penyiangan yaitu pada 3-4 minggu dan 6minggu setelah tanam masing-masing ½ dosis. Pupuk diberikan di dalam larikandi antara barisan bawang.

HAMA 
Hama dan PenyakitA. 
Hama Ulat tanah



merupakan hama bagi tanaman bawang daun, mempunyai
ciri sebagai berikut:kupu-kupu betina berwarna coklat tua dengan titik putih dan bergaris-garis.
31Panjang ulat 4-5 cm. Gejala: ulat menyerang pangkal batang sehingga tanamanterkulai. Pengendalian mekanis: mengumpulkan ulat di malam hari, menjagakebersihan kebun dan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae.Pengendalian kimia: umpan beracun yang dipasang di malam hari berupacampuran 250 gram Dipterex 95 Sl 125, 10 kg dedak dan 0,5 gram gula merahdan dilarutkan dalam 10 liter air; Insektisida berupa Dursban atau Hostahion.


B.PENYAKIT
Busuk daun daun bercak ungu merupakan penyakit pada tanaman bawangdaun. Busuk daun mempunyai gejala sebagai berikut: muncul bercak hijau pucatdi ujung daun, daun layu dan mengering dan diseliputi oleh jamur hitam;berkembang di musim hujan. Pengendalian: menggunakan benih/bibit sehat, rotasitanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan fungisida Dithane, Antracol atauDaconil. Lalu untuk bercak ungu gejalanya adalah pada daun terdapat bercak kecilberwarna putih sampai kelabu, membesar menjadi agak keunguan dan ujung daunmengering. Serangan berat menyebabkan busuk pangkal batang . Pengendalian:cara perbaikan tata air tanah, pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceaedan menggunakan bibit sehat. Fungisida yang dapat digunakan adalah Antracol 70WP, Dithane M-45, Orthocide 50 WP atau Difolatan 4F.Pestisida hanya digunakan jika perlu, tetapi mengingat resiko yang akanditanggung jika terjadi serangan hama dan penyakit, pestisida sudah diberikansebelum terjadi serangan/jika sudah ada tanda-tanda awal munculnya hama danpenyakit


♣ Jenis Bawang Daun dan Kegunaannya

Jenis-Jenis Bawang Daun

Ada 3 jenis bawang daun, yaitu:

1. Bawang bakung

Jenis ini dikenal juga dengan nama Welsh onion, ciboule (sibol), bawang jepang (Japanese bunching onion), atau bawang sop. Daunnya bulat, panjang, dan berongga seperti pipa. Ukuran dan susunannya mirip daun bawang merah.

2. Bawang prei

Dikenal pula dengan nama leek atau kurrat. Daunnya pipih, panjang, dan tidak berongga seperti pipa. Ukurannya lebih besar daripada daun bawang merah.

3. Bawang kucai

Dikenal dengan nama daun kucai, kucai sunda, garlic chives atau prei china. Daunnya berbentuk seperti jarum dan pipih seperti rumput. Ukurannya sangat kecil sperti rumput teki.

Kandungan Dalam Bawang Daun

Bawang daun mengandung zat-zat aktif yang berfungsi sebagai antibiotik perangsang pertumbuhan sel tubuh. Kandungan seratnya tinggi dan merupaka sumber vitamin A, vitamin C, vitamin K, folat, kalsium, zat besi, kalium dan mangan yang sangat baik. Bawang daun berkhasiat mencairkan dahak, mengatasi perut kembung,mengobati rematik, anemia, anyang-anyang dan bengkak-bengkak. Akar bawang daun dapat dipakai untuk mengobati cacingan dan mual muntah

♣ Pertumbuhan Abnormal Pada Tanaman Bawang Prei

Bawang prei (Allium porum L) di luar negeri jenis ini dikenal sebagai leek. Jenis ini tidak berumbi dan daunnya lebih lebar dari jenis bawang merah atau putih. Pelepahnya panjang dan liat, bagian dalam daun pipih. Bawang daun ini bisa tumbuh di dataran rendah maupun tinggi.
Pertumbuhan bawang prei menginginkan ketinggian sekitar 250-1.500 m dpl. Curah hujan yang tepat sekitar 1.500-2.000 mm/tahun. Suhu udara tempat tumbuh tanaman ini 18-25°C. Tanah dengan pH netral (6,5-7,5) cocok untuk budi daya bawang prei. Jenis tanah yang cocok ialah andosol (bekas lahan gunung berapi) dan tanah lempung yang mengandung pasir. Bawang daun bisa diperbanyak lewat biji maupun tunas anakan. Umumnya petani kita menggunakan stek tunas. Caranya dengan memisahkan anakan dari induknya. Secara teknis di lapangan, pertanaman bawang prei banyak mengalami kendala dalam  budidayanya misalnya masalah pengolahan lahan, pemakaian pupuk serta adanya serangan hama dan penyakit tanaman,
Dari hasil kunjungan ke Desa Jaranguda pada tanggal 3 Juli 2012 yang lalu di salah satu lahan petani bawang prei ditemukan adanya pertumbuhan yang abnormal dengan keadaan visual tanaman dan lahan sebagai berikut :

1. Sebagian tanaman tumbuh kerdil.
2. Daun tanaman bawang prei tampak layu seperti mengalami kekeringan dan terdapat bercak coklat sepusat.
3. Pada sebagian akar tanaman terdapat warna merah muda.
4. pH tanah rata-rata diukur dengan soil tester yang diambil dari beberapa tempat di lahan pertanaman tersebut adalah 5,2.
5. Petani menggunakan pupuk kimia dalam jumlah banyak dan pupuk kandang yang belum
difermentasi.

♣ Tanah Erosi???


Macam-macam erosi antara lain:

  • Erosi deflasi, yaitu erosi yang ditimbulkan oleh angin. Erosi ini terjadi di daerah gurun pasir yang luas, misalnya di Gurun Saudi dan Gurun Sahara.
  • Erosi glasial, yaitu erosi yang disebabkan oleh es atau salju yang mencair. Erosi ini terjadi pada daerah pegunungan yang bagian puncaknya selalu diselimuti salju.
  • Erosi marine (abrasi), yaitu erosi yang disebabkan oleh pukulan-pukulan gelombang air laut. Abrasi dapat mengakibatkan jebolnya tebing-tebing pantai.

Jenis Pupuk

Tumbuhan dapat tegak berdiri karena kokohnya perakaran di dalam tanah. Di dalam tanah, akar-akar tumbuhan menyerap unsur-unsur hara. Agar tanah tetap subur, perlu dilakukan usaha penyuburan tanah. Penyuburan tanah dapat dilakukan dengan pemberian pupuk. Kita mengenal jenis-jenis pupuk sebagai berikut:
  • Pupuk hijau, yaitu pupuk yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan hijau. Misalnya daun, ranting, dan batang.
  • Pupuk kompos, yaitu pupuk yang berasal dari sampah dan daun-daunan yang dibusukkan di dalam tanah.
  • Pupuk kandang, yaitu pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Misalnya kotoran kambing, kotoran sapi, kotoran kerbau, dan sebagainya.
  • Pupuk buatan, yaitu pupuk yang dibuat di pabrik-pabrik pupuk. Misalnya pupuk UREA, NPK, TSP, ZA, dan sebagainya.

Upaya Menjaga Kesuburan Tanah

Untuk menjaga kelestarian kesuburan tanah dan mengurangi pengikisan tanah oleh air, maka kita dapat melakukan beberapa cara berikut ini:
  • Reboisasi, yaitu penghijauan dan penghutanan kembali tanah-tanah bekas hutan yang gundul.
  • Pemupukan, yaitu usaha mengganti zat-zat makanan tumbuhan yang makin berkurang karena telah dipergunakan oleh tumbuhan atau dihanyutkan oleh air.
  • Terasering atau sengkedan, yaitu pengolahan tanah yang miring pada lereng gunung dan dibuat berjenjang.
  • Melarang penebangan liar dengan cara mengeluarkan undang-undang tentang lingkungan hidup dan pelaksanaannya disertai dengan sanksi yang tegas.
  • Pergiliran tanaman agar kebutuhan zat-zat hara di dalam tanah dapat terpenuhi dalam jumlah yang cukup dan berimbang.
Semoga informasi mengenai pengertian erosi, macam-macam erosi, macam-macam pupuk, dan usaha menjaga kesuburan tanah ini bisa berguna untuk Anda.

♣ Kegunaan PUPUK ORGANIK untuk pemulihan Tanah

Sebagian besar lahan pertanian di Indonesia telah berubah menjadi lahan kritis akibat pencemaran dari limbah industri/pabrik. Pemakaian pupuk anorganik atau kimia yang terlampau banyak secara terus-menerus membuat unsur hara tanah semakin menurun. Hampir sebagian besar lahan pertanian di Indonesia sudah masuk dalam kondisi kritis. Jika hal ini dibiarkan, produktivitas lahan akan terus menurun dan akhirnya mati sehingga berakibat pada menurunnya hasil pertanian.
Kerusakan tanah akan mengakibatkan, antara lain:
  1. Musnahnya bebrbagaai organisme penyubur tanah karena pupuk anorganik.
  2. kesuburan tanah yang merosot alias tandus.
  3. Rusaknya keseimbangan ekosistem tanah.
  4. Terjadi peedakan dan serangan jumlah hama.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah penggunaan bahan organik (pupuk organik) untuk mengganti penggunaan pupuk kimia pada tanah pertanian. Penggunaan pupuk organik bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk kimia, sehingga dosis pupuk dan akibat pencemaran lingkungan yang disebabkan penggunaan pupuk kimia bisa dikurangi.
Kebaikan Pupuk Organik
Pupuk organik sangat berpengaruh dan menentukan sifat fisik, kimia dan biologi tanah, yang pada akhirnya akan menentukan tingkat kesuburan tanah, kesehatan tanah dan produktivitas tanah. Oleh karena itu, banyak ahli biologi tanah yang menyebut pupuk organik sebagai nyawa tanah. Tanah mineral dengan kandungan bahan organik yang tinggi dipastikan mempunyai sifat fisik, sifat kimia, dan sifat biologi tanah yang lebih baik. Kondisi tanah yang demikian optimal untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang baik dan produksi yang tinggi. Sebaliknya bila kandungan bahan organik tanah sedikit, maka sifat fisik, kimia dan biologi tanah juga kurang baik sehingga produktivitas rendah.


 
Kebaikan Pupuk Organik bagi Tanah
1. Memperbaiki sifat fisik tanah
Fungsi ini antara lain dapat dilihat dalam perbaikan struktur tanah, melalui pembentukan agreat yang lebih stabil, aerasi dan draenase tanah yang baik. Masuknya air hujan ke dalam tanah dapat berlangsung dengan baik, sehingga air yang terlepas berkurang yang pada gilirannya juga akan mengurangi erosi. Pupuk organik tanah juga meningkatkan kemampuan tanah menahan air, sehingga jumlah air yang tersedia bagi tanaman juga meningkat. Dengan demikian tanaman yang ditanam pada tanah yang cukup bahan organiknya akan memperoleh air cukup.
2. Memperbaiki sifat kimia tanah
Pupuk organik merupakan sumber unsur hara bagi pertumbuhan tanaman. Bukan hanya unsur hara esensial makro dan mikro, tetapi juga pada unsur hara lain yang diperlukan oleh tanaman untuk dapat tumbuk dan berproduksi dengan baik.
3. Memperbaiki sifat biologi tanah
Peran pupul organik dalam memperbaiki sifat biologi tanah dalam proses meningkatkan kembali populasi mikroba tanah dan mikrobiota tanah. Mikroba akan mengolah mengolah mineral tanah dan sisa residu bahan kimia yang mengendap dalam tanah bertahun-tahun menjadi sumber karbon, nutrisi dan sumber energi bagi kehidupan tanaman untuk tumbuh lebih produktif lagi. Menjaga keseimbangan ekosistem kehidupan di dalam tanah.

♣ Menjaga Kesuburan Tanah Dengan Metode

upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keseburan tanah sebagai berikut

A.metode vegetatif dilakukan dengan cara-cara berikut

1.penanaman tanaman secara berjalur tegak lulus terhadap arah aliran(strip cropping).
2.penanaman tanaman secara berjalur sejajar garis kontur (contour strip cropping).
3.penutupan lahan yang memiliki lereng curam dengan tanaman keras (buffering)
4.penanaman tanaman secara permanen untuk melindungi tanah dari tiupan angin (wind breaks).

B.metode mekanik yang umum dilakukan sebagai berikut.

1.pengolahan lahan sejajar garis kontur (contour tilage).pengolahan lahan dengan cara ini bertujuan untuk membuat pola rongga-rongga tanah sejajar kontul dan membentuk igir-igir kecil yang dapat memperlambat alilan air dan memperbesar infiltrasi air
2.penterasan lahan miring (terracering).penterasan bertujuan untuk mengurangi panjang lereng dan memperkecil kemiringan lereng sehingga dapat memperlambat alilan air.
3.pembuatan pematang (guludan)dan saluran air sejajar garis kontur.pembuatan pematangan bertujuan untuk menahan alilan air.
4.pembuatan cekdam.pembuatan cekdam bertujuan untuk memperbendung alilan air yang melewati parit-parit sehingga material tanah hasil erosi yang terangkut aliran tertahan dan terendapkan adannya cekdam menyebabkan erosi tanah dapat dikendalikan,lapisan tanah menebal,dan produktivitas tanah meningkat

♣ USAHA TANI BAYAM CABUT

Apakah anda tahu bahwa budidaya bayam cabut sebenarnya mempunyai prospek bisnis yang menggiurkan? Kalau kita lihat sekilas budidaya bayam cabut sangatlah sepele dan tidak berarti. Tetapi apakah anda pernah tahu berapakah keuntungan sebenarnya seorang petani yang membudidayakan bayam cabut? Oleh karena itu pada tulisan kali ini saya ingin menganalisa secara sederhana usahatani bayam cabut. Tulisan ini berdasarkan pengalaman Bpk. Achmad Darnuji Hadirun salah seorang petani binaan saya didesa Kalicupak lor kec kalibagor Kab Banyumas Jawa Tengah
Asumsi analisa yang saya gunakan bukan satuan hektar melainkan per 1 kg bibit bayam atau sekitar 350 m2. Adapun analisa usaha tani bayam cabut secara sederhana adalah sebagai berikut:
Pengeluaran:
  1. Bibit 1Kg Rp 45.000
  2. Urea 10 Kg Rp 20.000
  3. Pupuk kandang 4 Kantong Rp100.000
  4. Tenaga kerja 6 HOK Rp 180.000
  5. Sewa lahan 25 ubin 150.000
Total pengeluaran : Rp 495.000
Pamasukan :
Dalam 25 ubin bisa dihasilakan 950 ikat bayam cabut dengan harga per ikat Rp1000 sehingga total penghasilan adalah Rp 950.000
Penghasilan:
Penghasilan budidaya bayam cabut dalam 25 ubin (350 m2) per 20 hari adalah
Rp950.000 – Rp495.000 = Rp455.000
Harga dan biaya yang saya gunakan adalah untuk daerah Banyumas dan sekitarnya, jika ingin menghitung didaerah lain tinggal mengganti angka-angkanya saja. Jika anda ingin mengetahui keuntungan maupun biaya dan harga dalam satuan ha kita tinggal mengalikan angka-angka tersebut dengan bilangan 10.000:350 = 28,57. Sebagai contoh keuntungan untuk luasan per hektar per 20 hari adalah Rp455.000 X 28,57 = Rp 12.999.000

Demikian postingan tentang analisa sederhana budidaya bayam cabut semoga bisa digunakan sebagai motivasi dan dasar budidaya bayam cabut. Kritik dan saran silahkan melalui kolom komentar.

♣ KUNCI SUKSES BUDIDAYA TANAMAN

Salam Pertanian!! Memang tidak mudah menjadi petani. Ternyata tidak hanya cukup dengan kerja keras untuk bisa mencapai hasil panen yang memuaskan tetapi juga perlu strategi, pengetahuan dan management.  Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipelajari dengan benar agar membuahkan kesuksesan dalam budidaya tanaman. Apapun jenis tanamannya jika hasil produksi memuaskan harus diketahui 5 hal tersebut. Oleh karena itu Gerbang Pertanian menyebutnya sebagai 5 kunci sukses budidaya tanaman.

Untuk memudahkan dalam mengingat maka maspary menyebut 5 kunci sukses budidaya tanaman tersebut dengan istilah 





Apa itu wiragatama?

Wiragatama itu merupakan istilah yang maspary gunakan untuk memudahkan dalam mengingatnya saja yang merupakan penggalan dari suku kata WI-RA-GA-TA-MA. Yang masing-masing suku kata merupakan singkatan atau kependekan dari kata tertentu.

  1. WI adalah wiji atau bibit. Kunci utama dalam budidaya adalah mempunyai bibit yang berkualitas. Kita harus ketahui benar ciri khas atau karateristik bibit yang akan kita tanam tersebut. Menurut pengalaman maspary perlakuan apapun yang akan kita berikan kepada tanaman kita selama bibitnya tidak baik niscaya tidak akan membuahkan hasil yang maksimal. Jadi sekali lagi kunci utama sukses budidaya adalah mempunyai bibit yang berkualitas.
  2. RA adalah rabuk. Rabuk merupakan bahasa jawa yang berarti pupuk. Dalam pengertian ini kita harus paham benar berapa jumlah pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman kita. Selain itu juga jenis pupuk apa yang  disenangi oleh tanaman yang sedang kita budidayakan. Menurut Gerbang Pertanian secara luas poin yang kedua ini juga meliputi tentang kesuburan tanah kita. Bahwa petani harus mengetahui berapa tingkat kesuburan tanahnya yang akan digunakan untuk membudidayakan tanamannya. Karena pupuk ini sangat erat kaitannya dengan kesuburan tanah baik itu ditinjau dari kimia, biologi dan fisika tanah. Jangan perfikiran kalau pupuk itu hanya N, P dan K saja tetapi ada pupuk mikro, pupuk organik dan pupuk hayati (mikroorganisme tanah) dan semuanya itu tidak bisa dipisahkan ketika kita sedang berbudidaya.
  3. GA adalah kependekan dari garu. Dalam bahasa jawa garu adalah bajak atau alat untuk mengolah tanah sawah. Dalam arti luas garu adalah metode pengolahan tanah. Tanah merupakan media untuk tumbuh dan berkembangnya suatu tanaman. Pengolahan tanah sangat penting untuk mengaktifkan mikroorganisme dan memperbaiki aerasi tanah. Pengolahan tanah juga berfungsi untuk mengendalikan hama-hama yang berada dalam tanah termasuk telurnya. Menurut maspary yang dimaksud diolah juga berarti diperbaiki jadi setelah kita ketahui tingkat kesuburan tanah kita maka kita harus bisa memperbaikinya. Ga dalam arti luas adalah media tanam yang sesuai dengan kebutuhan tanaman kita.  Jadi antara poin dua dan tiga sangat erat kaitannya.
  4. TA adalah tirta. Tirta adalah air. Lebih dari 90 % bagian tubuh tanaman adalah air sehingga air merupakan kebutuhan dasar dan wajib dalam budidaya tanaman. Akan tetapi bukan berarti kita membabibuta dalam penggunaan air. Rekan-rekan Gerbang Pertanian harus paham benar berapakan tingkat/ kebutuhan air bagi tanaman kita. Sebagai contoh adalah padi. Padi memang butuh air yang lumayan banyak akan tetapi bukan berarti padi adalah tanaman air yang harus kita genangi setiap saat, kita rendam setiap waktu. Perakaran padi juga perlu bernafas sehingga perlu pengeringan secara berkala. Ta menurut maspary juga berarti tandur. Tandur berasal dari bahasa jawa yang berarti tanam. Kita harus mengetahui cara menanam tanaman yang akan kita budidayakan tersebut. Berapakan jarak tanamnya yang ideal, seberapa dalam benih atau bibit akan kita tanjapkan ketanah agar dapat tumbuh secara maksimal.
     
  5. MA adalah kependekan dari hama dan penyakit. Kalau poin yang ke lima ini saya kira rekan-rekan Gerbang Pertanian telah memahami semua. Karena hama dan penyakit merupakan penghambat yang nyata dan terlihat jelas menurunkan hasil bahkan menggagalkan panen kita. Sehingga sebagian besar rekan-rekan Gerbang Pertanian menitikberatkan perhatian lebih besar kepada hama dan penyakit. Dalam pengendalian hama dan penyakit sebenarnya kita tidak bisa hanya mengandalkan dengan pestisida saja tetapi juga harus kita kombinasikan dengan poin satu sampai empat. Sebagai contoh dalam pengendalian penyakit patek atau anthraknosa pada tanaman cabe kita tidak bisa hanya mengandalkan dithane saja atau bionM saja, tetapi kita harus memuali memanagementnya dari awal. Bagaimana mengatur jarak tanam, pemberian pupuk, pengolahan tanah dan sebagainya. Demikian juga dalam mengendalikan penyakit layu pada cabe. Dari awal rekan-rekan sudah harus mengantisipasinya mulai dari pemberian PGPR, Trichoderma ataupun pengurangan penggunaan unsur N. 

Demikian sekilas info tentang 5 kunci sukses budidaya dari Gerbang Pertanian, jika rekan-rekan ingin menambahkan silahkan isi kolom komentar. Tetapi jika ingin bertanya sebaikknya via SMS saja. Karena Maspary sering nggak sempat mbuka-mbuka komentar. Bukan sok sibuk tetapi memang waktu online maspary sangat terbatas.

Mudah mudahan artikel yang simpel dan sederhana ini bisa menjadi masukan, gambaran ataupun wahana baru dan bisa bermanfaat bagi rekan-rekan Gerbang Pertanian semua.

*DiKutip dari Gerbang Pertanian 

♣ Mengukur PH Tanah Secara ALAMI

Salam pertanian!! Rekan-rekan gerbang pertanian semua saya masih punya sedikit informasi pertanian  hasil oleh-oleh kunjungan saya dari Joglo Tani. Yaitu tentang cara tradisional mengetahui keasaman tanah. Cara yang akan maspary sampaikan ini termasuk cara mudah, murah dan siapapun bisa. Beberapa waktu yang lalu maspary telah menulis di Gerbang Pertanian tentang cara mengukur PH tanah dengan menggunakan kertas lakmus/ PH indikator. Tetapi hal tersebut akan menjadikan banyak kendala bagi rekan-rekan yang sulit mendapatkan kertas lakmus (maaf, masih banyak rekan kita yang hidup jauh dari kota). Oleh karena itu artikel kali ini mudah-mudahan bisa membantu rekan-rekan petani yang kesulitan mendapatkan kertas lakmus.
Cara tradisional mengetahui keasaman tanah yang akan saya tulis ini hanya mendeteksi kondisi tanah kita asam atau basa saja, tidak sampai mengukur berapa pH tanah kita. kalau untuk mengetahui lebih berapa pH tanah kita harus menggunakan kertas pH indikator. Jika ingin lebih spesifik lagi (lebih akurat) kita gunakan pH meter.

Langsung kita mulai saja praktek cara tradisional mengetahui keasaman tanahnya,
  1. Ambil kunir sebesar jari telunjuk
  2. Potong jadi dua
  3. Salah satu potongan kunir tadi, masukkan kedalam tanah basah yang akan kita ukur pH nya
  4. Tunggu sampai kira-kira sengah jam (30 menit)
  5. Ambil kunir tesebut dan lihat warna bagian potongan kunir tersebut
  6. Jika warna bagian yang terpotong tadi pudar berarti tanah kita asam.
  7. pH tanah kita netral jika hasil potongan tadi berwarna tetap cerah.
  8. Akan tetapi jika warna kunir tadi biru berarti tanah kita cenderung basa.
Walaupun cara tradisional mengetahui keasaman tanah tersebut tidak seakurat dengan menggunakan kertas lakmus ataupun pH meter, tetapi paling tidak bisa menjadikan gambaran kondisi pH tanah kita. Semoga artikel yang singkat ini bisa berguna bagi rekan-rekan Gerbang Pertanian yang sedang berjuang mensukseskan pertanian Indonesia. Selamat Mencoba!!
DIKUTIP OLEH blog =>(maspary)

♣ Cara Menjaga Kesuburan Tanah

Akhir-akhir ini kita lihat bahwa banyak orang yang kurang memperdulikan masalah kesuburan tanah. Banyak sekali lahan-lahan kritis yang susah sekali ditanami dengan tanaman sehingga menjadi tanah gersang dan tandus. Padahal semua itu bisa kita hindari bila kita mempunyai kemauan untuk selalu menjaga kesuburan tanah sehingga kita dapat menjaga kelestarian alam.

Pada suatu kasus yang sering kita lihat adalah banyak petani kita yang sering mengeluhkan masalah kelangkaan pupuk dan tingginya harga pupuk di pasaran. Padahal bila tanah kita subur kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk membeli pupuk.

Untuk menjaga kesuburan tanah bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Gunakan jerami. Pada tanah sawah, biasanya setelah panen padi kita selalu membuang dan membiarkan jerami ditumpuk di pinggir sawah. Padahal jerami itu bisa kita manfaatkan untuk menyuburkan tanah. Sebarkan jerami tersebut ke lahan dan ratakan. Kemudian taburkan serbuk dolomit ke atas jerami tersebut. Fungsi dolomit untuk membantu mempercepat pelapukan daun jerami dan bisa mengatur tingkat keasaman tanah sehingga tanah bisa lebih matang dan lahan bisa segera ditanami.Setelah sekitar seminggu lahan tersebut bisa langsung dibajak dan jerami yang belum lapuk bisa dibenamkan ke dalam tanah. 
  •  
  •  
  • Lubang resapan Biopori. Pada taman atau halaman rumah bisa kita lakukan metode biopori. Caranya lubangi tanah secara tegak lurus dengan menggunakan pipa besi dengan diameter sekitar 10-20 cm dan kedalaman tanah sekitar 100 cm. Jarak antar lubang resapan biopori adalah 50-100 cm. Kebutuhan jumlah lubang resapan biopori yang diperlukan berdasarkan luas tutupan bangunan. Bila tutupan bangunan dengan luas 20 m2 diperlukan lubang resapan biopori sebanyak 3 unit dan setiap tambahan luas tutupan bangunan 7 m2 diperluhan tambahan 1 unit lubang resapan biopori. Dalam pemeliharaannya lubang resapan biopori ini diisi sampah organik secara berkala dan mengambil sampah tersebut setelah menjadi kompos diperkirakan 2-3 bulan setelah terjadi proses pelapukan.
  •  
  •  
  • Tanaman Crotalaria.Untuk lahan kritis bisa dimanfaatkan untuk ditanami tanaman crotalaria. Akar tanaman crotalaria bisa mengikat nitrogen dan unsur lain yang sangat dibutuhkan tanah untuk menjadi subur. Daun dan batang tanaman crotalaria sangat baik dijadikan pupuk hijau (kompos) karena mengandung unsur-unsur yang sangat dibutuhkan tanah dan tanaman dibanding pupuk hijau dari tanaman lain.

♣ Menjaga tingkat Keasaman Tanah


Bila Tanah Asam yang perlu di perhatikan adalah:
  • Mengoreksi keasaman tanah agar sesuai dengan pH yang diperlukan tanaman, kolam dan tambak
  • Menetralisir kejenuhan zat – zat yang meracuni tanah, tanaman, kolam dan tambak bilamana zat tersebut berlebihan seperti zat Al (alumunium), Fe (zat besi), Cu (Tembaga)
  • Meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyerapan zat – zat hara yang sudah ada dalam tanah baik yang berasal dari bahan organik maupun pemberian pupuk lainnya seperti Urea, TSP dan Kcl
  • Menjaga tingkat ketersediaan unsur hara mikro sesuai kebutuhan tanaman. Artinya dengan Kalsium (CaO) dan Magnesium (MgO) yang cukup unsur mikropun memadai
  • Memperbaiki porositas tanah, struktur serta aerasi tanah sekaligus bermanfaat bagi mikrobiologi dan kimiawi tanah sehingga tanah menjadi gembur, sirkulasi udara dalam tanah lancar dan menjadikan akar semai bebas bergerak menghisap unsur hara dari tanah
  • Aktifator berbagai jenis enzim tanaman, merangsang pembentukan senyawa lemak dan minyak, serta karbohidrat
  • Membantu translokasi pati dan distribusi phospor didalam tubuh tanaman
  • Unsur pembentuk warna daun (Klorofil), sehingga tercipta hijau daun yang sempurna
Kalsium dan magnesium yang diberikan pada tambak / kolam ikan adalah salah satu cara konvensional mempertinggi produktifitas kolam / tambak serta sebagai cara sanitasi untuk membersihkan kolam / tambak dari hama dan penyakit
Gejala kekurangan Kalsium (CaO) dan Magnesium (MgO) :
  • Pada tanaman penghasil biji-bijian akan menghasilkan biji lemah, keriput, dan kempes tidak berisi
  • Kuncup bunga dan buah busuk dan akhirnya akan gugur
  • Matinya titik tumbuh pada pucuk dan akar tanaman
  • Tepi daun muda mengalami klorosis lalu menjalar ketulang daun, kuncup tanaman atau tunas muda mati
  • Pada daun tua tampak bercak coklat, lalu menguning, mengering lalu mati
Dampak dan kerugian kekurangan Kalsium dan Magnesium :
Kekurangan Kalsium dan Magnesium dalam tanah, menjadikan tanah bereaksi masam, mengakibatkan unsur hara lain seperti Phospor dan Kalium terikat sehingga tak terserap oleh tanaman dengan maksimal, pempukan yang diberikan kurang efektif dan tidak efisien. produktifitas tanaman menurun rendah dengan mutu hasil kurang baik. secara ekonomis merugikan karena pendapatan rendah.
Kekurangan Kalsium dan Magnesium akan menaikkan unsur Al (Alumunium), Fe (zat besi), Mn (mangan), Zn (sen) dan Cu (tembaga), unsur tersebut dalam jumlah berlebihan akan menjadi racun bagi tanah, mengganggu tanaman, kolam dan tambak
Denutrisi pada tanaman mengakibatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit menjadi rendah.
Dasar pembuatan pupuk yang tanahnya netral
1. unsur yang mengadung N dan P seperti : kletong sapi, ayam, kelelawar dll
2. bonggol pisang banyak mengandung unsur Kalium

NITROGEN ( N)
Nitrogen dalam tanaman adalah sebagai penyusun unsur penyusun protein yang merupakan senyawa dengan berat molekul tinggi yang mengandung 15 -18 % N dan terdiri atas rantai –rantai asam amino yang terikat dengan ikatan peptida. Protein sangat vital dalam fungsi tanaman. Nitrogen di transportasikan ke kanopi daun sebagai ion anorganik atau dapat di reduksi di daerah akar dan di transportasikan dalam bentuk organic N , asam amino atau amida.
Kekuranga N menyebabkan kecepatan pertumbuhan sangat terganggu dan tanaman tampak kurus kering. Kekurangan N juga daun akan menguning atau mengalami klorosis.dimulai daun yang bawah selanjutnya semua daun coklat dan mati.
Kekurangan N sering terjadi di daerah yang suplay N nya rendah ( tanah pasiran dan tanah organic dengan curah hujan tinggi) , karena N hilang sebagai produk yang di manfaatkan , pencucian , atau denitrifikasi maka harus diimbangi dengan pemasukkan N yang cukup dari pupuk N jika hasil tanaman diharapkan baik.
Cara memupuk N
            Dasar pertimbangan yang di pakai untuk melaksanakan pemupukkan Nitrogen adalah sifat tersebut yang tersedia pada kondisi aerob atau aksidatif akan teroksidasi menjadi nitrat yang berupa anion bermuatan negative. Apabila bermuatan negative anion tidak dapat tingga lama di sekitar perakaran. Tanah yang bermuatan negatif tidak dapat menahannya , sehingga anion N akan tercuci jauh ke lapisan dalam tanah sampai kedalaman yang reduktif . effisiensi terendah dalam pempupukkan adalah pada pemupukkan yang di taburkan . jadi agar effecti pemupukkan harus di benamkan sampai lapisan yang reduktif sehingga N maíz dalam bentuk kation yang bermuatan positif. Untuk mengoptimalkan pemupukkan perlu di lakukan berulang-ulang . contoh apabila dosis yang di perlukan 200 N/ha maka diberikan 2 -3 kali dalam interval waktu tertentu supaya kehilangan akibat pencucian lebih sedikit dan di manfaatkan tanaman lebih banyak.untuk lingkungan asam sebaiknya diberi pupuk N yang bereaksi basa yang ada nitratnya .( contoh amonium nitrat) lingkungan yang netral /basa sebaiknya menggunakan pupuk dengan pupuk sebagian besar berbentuk amonium ( urea).
Pemupukkan N melalui daun di berbolehkan untuk mengatasi adanya kendala di likungan perakaran tapi harus dengan dosis yang rendah di kawatirkan terjadi dehidrasi akibat kosentrasi garam pada daun yang menyebabkan bercak coklat dan terbakar.kebutuhan N pada prisipnya tetap melalui akar mengingat kebutuhan N sangat banyak.
FOSFOR ( P)
Kadar Fosfor dalam tanaman menempati urutan terakhir terendah dalam golongan hara makro bersama dengan Ca ,Mg,dan S. kadarnya Kira-kira 1/5 -1/10 kadar N.
Peran P dalam tanaman adalah untuk transfer energi . energi berasal dari oksidasi gula atau photosintesis . P di ubah menjadi ikatan pirophospaht tak stabil dalam bentuk adenosin triphosphat (ATP) . ATP berfungsi sebagai transfer energi untuk reaksi sintesis biokimia, seperti síntesis lipida , pati dan protein , untuk mekanisme serapan aktif unsure hara , tranpor zat melalui membrane.
P juga punya peran penting dalam membran tanaman , tempat fosfor tersebut terikat pada molekul lipida yang merupakan senyawa yang dikenal sebagai fosfolipida.kekurang P pertumbuahan tanaman akan terganggu karena akan terjadi penurunan sintesis fosfolipida menurunkan intergritas membrane dan pengaruhnya besar sekali terhadap proses fotosintesis,respirasi,serapan ion,dan pengikatan energi.
Tanda kekurangan P :
- Pertumbuah trubus yang rendah
- Warna daun ungu ( pigmentasi antosianin
- Warna hijau gelap dengan pertumbuhan tidak normal.
CARA MEMUPUK P
Kendala dalam pemupukkan P adalah sifat P yang mengendap didalam kondisi asam dalam bentuk Fe fosfat dan AL fosfat sedangakan dalam basa di endapkan dalam bentuk kalsium dan magnesium . fosfat yang dalam bentuk endapan ini tidak akan tersedia dalam tanaman . di tanah kapur pemupukkan P di barengi dengan reaksi tanah seperti penggunakan baha organik sehingga kesedian P meningkat .sebaliknya dalam tanah masam pempupukkan P dapat langsung ditersedia karena P larut dalam asam.
Di tanah pegunungan yang mengandung alofan tinggi mempunyai sifat dapat melakukan fiksasi fosfat yang tinggi,dapat mencapai 5 T P/ha, dalam keadaan terfiksasi ,fosfor tidak tersedia bagi tanaman .

KALIUM
Kalium ( K) merupakan unsur kedua terbanyak setelah Nitrogen dalam tanaman.kadarnya lebih besar 4-6 kali lebih besar dibanding P,Ca,Mg,dan S.Kalium di serap dalam bentuk kation K monovalensi. Tidak terjadi transformasi K dalam tanaman
Peran K dalam tanaman dapat dikelompokkan menjadi empat:
1. Netralisasi asam Organik
Karena kelimpahannya ,ion bermuatan positif ini dapat menyeimbangi muatan negative gugus-gugus anion dari molekul organic, seperti asam-asam organic.
2. Ion K aktif berperan vital dalam hubungannya dengan air.jadi fungsi nya
Membuka dan menutupnya stomata , membantu dalam mengurangi kehilangan kekembaban ketika tanaman menagalami stres kekurangan air.
Kekurangan Kalium ( K) tanaman akan:
 - tanaman rentan terhadap penyakit
- bila kekeringan tanaman akan stress karena kehilangan control terhadap kecepatan transpirasii dan menderita kekeringan internal
- batang akan lemah dan mudah roboh.
CARA MEMUPUK DENGAN K:
Persoalan utama dalam pemupukkan K adalah rendahnya Kalium akibat kehilangan saat panen.kandungan K tanah gambut yang rendah , dan fiksasi K oleh mineral lempung montmorilonit dan dlm tanah Grumosol. Sebaiknya kalau panen padi jeraminya di kembalikan dan di bakar sebagai pengganti pupuk K yang hilang.
Sumber –sumber Kalium adalah :
- sisa-sisa tanaman dan jasat renik
- air irrigasi serta larutan dalam tanah
- abu tanaman dan pupuk buatan
- abu daun teh mengandung 50 % Kalium
- daun tebu yang muda mengandung 60- 70 % Kalium

SULFUR
Kandungan sulfur dalam tanaman sama dengan Ca,Mg,dan P. sulfur bergerak keatas di dalam tanaman dalam bentuk SO 4 anorganik.kekurangan S daun muda akan menjadi klorosis . daun mengkerut dan tidak berkembang kalau untuk bici-bijian hasil tidak optimal.
S sudah tersedia dalam tanah , kalau kebanyakkan akan keracunan.S berasal dari MgSO4, FeSO4,ZnSO4 dan garam laut mengandung sulfur.lautan adalah sumber S dan gunung berapi .

KALSIUM ( CA)
Kalsium diserap tanaman dalam bentuk Ca . Klasium dalam tanaman berada dlama bentuk kation divalensi atau terikat dengan makromolekul atau terendapkan sebagai garam kalsium
Kalsium ( Ca) merupakan unsure yang sangat penting dalam nutrisi semua jenis tanaman tingkat tinggi, tapi beberapa fungsi fisiologisnya sukar dimengerti. Fungsi fisiologisnya kalsium adalah sbb:
- Struktur dan fungsi dalam dinding sel dan membrane
- Transpor berbagai senyawa ke dalam sel
- Meningkatkan kadar protein mitokondria
- Pemanjangan sel ,akar dan pucuk tanaman
- Struktur dan stabilitas kromoson
- Translokasi karbonhidrat
Kekurangan Ca mengakibatkan al:
- titik tumbuh dalam akar akan menderita
- akar tumbuh tidak karuan , menjadi rusak susunannya , memperlihatkan seperti terpuntir dan membengkok padak titik tumbuhnya,kekurangan yang akut akan mati.
- Daun akan kuning menuju putih , selanjutnya daun klorosis akan menggulung , dan pertumbuhan tanaman akan kacau.
CARA MEMUPUK KALSIUM (CA)
CA digunakan untuk meningkatkan reaksi tanah pada tanah2 tropika dan tanah gambut yang bersifat asam.untuk menentukan kapur di perlukan uji coba kadar almunium dapat di tukar (ALdd)

♣ TEKNIK BUDIDAYA BAWANG PREI

TEKNIK BUDIDAYA BAWANG PREI

2.1       Syarat Tumbuh


Bawang prei bisa tumbuh di dataran rendah maupun tinggi. Dataran rendah yang terlalu dekat pantai bukanlah lokasi yang tepat karena pertumbuhan bawang prei menginginkan ketinggian sekitar 250-1.500 m dpl. Di daerah dataran rendah produksi anakan bawang prei juga tak seberapa banyak. Curah hujan yang tepat sekitar 1.500-2.000 mm/tahun. Daerah tersebut sebaiknya juga memiliki suhu udara harian 18-25°C. Tanah dengan pH netral (6,5-7,5) cocok untuk budidaya bawang prei. Bila tanah bersifat asam lakukan pengapuran pada saat pengolahan tanah. Jenis tanah yang cocok ialah andosol (bekas lahan gunung berapi) dan tanah lempung yang mengandung pasir (Anonymousb,2012).

2.2       Budidaya

            2.2.1    Pembibitan

Pembibitan bawang prei bisa diperbanyak lewat biji (dengan proses persemaian) maupun tunas anakan. Umumnya petani Indonesia menggunakan setek tunas.
  1. Pembibitan dengan persemaian
  • Benih disemaikan dalam bedengan dengan lebar 100-120 cm dan panjang lahan. Tanah diolah sedalam 30cm campur pupuk kandang yang telah diayak sebanyak 2kg/m.
  • Bedengan diberi atap plastic bening stinggi 100-150cm disisi timur dan 60-80cm disisi barat.
  • Benih ditaburkan di dalam larikan melintang sedalam kurang lebih 0,5-1cm dengan jarak antar larikan 10cm.
  • Tutup dengan daun pisang/karung goni basah atau dengan lapisan tanah tipis-tipis.
  • Penyiraman setiap hari.
  • Tanaman dipupuk dengan pupuk daun sebanyak 1/3-1/2 anjuran dengan semprot dalam waktu umur tanaman 1 bulan.
  • Bibit berumur 2 bulan dengan ketinggian 10-15cm siap dipindah tanamkan.
  • Kebutuhan benih asal biji sebanyak 1,5-2 kg/ha.

Kelemahan dari pembibitan biji dengan persemaian ini adalah panen bisa lebih lama 1 bulan daripada dengan bibit asal tunas anakan.

  1. Pembibitan dari Anakan
  • Rumpun yang akan dijadikan bibit berumur 2,5 bulan dan sehat.
  • Rumpun dibongkar bersama akarnya, bersihkan tanah yang menempel dan akar/daun tua.
  • Pisahkan rumpun sehingga didapatkan beberapa rumpun baru yang terdiri atas 1-3 anakan.
  • Buang sebagian daun.
  • Bibit disimpan di tempat lembab da teguh selama 5-7 hari.
  • Kebutuhan setek adalah 200.000 setek/ha.

Bibit asal setek anakan bisa langsung ditanam ke lahan. Akan tetapi, terlebih dahulu kurangi perakaran dan potong sebagian daun untuk mengurangi penguapan.
(Susila, 2006)
2.2.2       Pengolahan Lahan
  • Pengolahan lahan dilakukan 15-30 hari sebelum tanam.
  • Pembedengan untuk tanah sawah/tanah darat (lahan kering):
  1. Bersihkan areal dari gulma dan batu/kerikil.
  2. Olah tanah sedalam 30-40cm hingga gembur.
  3. Buat parit untuk pemasukan dan pengeluaran air.
  4. Buat bedengan selebar 80-100cm, tinggi 30cm dengan lebar antar bedengan 25-30cm.
  5. Gunakan jarak tanam 20 x 25cm atau 20 x 30cm.
  6. Campur merata dengan tanah, 10-15 ton/ha pupuk kandang dan ratakan permukaan bedengan.
  • Pengapuran dilakukan jika tanah ber-pH <6,5 dengan 1-2 ton/ha kapur dolomite dicampur merata dengan tanah pada kedalaman 30cm.
  • Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan disajikan pada tabel 1.

Tabel 1. Rekomendasi Pupuk untuk Bawang Daun pada Tanah Mineral dengan Tingkat Kandungan P dan K Sedang (Maynard and Hocmuth,1999)

Umur Urea ZA SP36 KCl Target pH
Kg/ha/ musim tanam 6,5
Preplant 47 100 311 56 -
2 MST 93 200 112 -
5 MST 47 100 56 -
MST = Minggu Setelah Tanam
(Susila, 2006)

2.2.3       Penanaman
  • Biasanya ditanam dengan pola tanam tumpang sari.
  • Bibit ditanam di antara tanaman utama yang berumur lebih panjang dari bawang prei.
  • Sebelum kanopi tanaman utama saling menutup, bawang prei harus dipanen.
  • Sistem tumpang sari sekarang banyak ditanam adalah dengan tanman cabe, wortel dan sayuran daun lain.
  • Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober) atau awal kemarau (Maret).
  • Lubang tanam dibuat pada jarak 20 x 20cm sedalam 10cm.
  • Sebelum penanaman, bibit dari persemaian dicabut dengan hati-hati, sebagian akar dan daun dipotong.
  • Sebagian akar dari bibit dari rumpun induk juga dibuang.
  • Rendam dalam larutan fungisida konsentrasi rendah (30-50 persen dari dosis anjuran) selama 10-15 menit.
  • Tanam bibit dalam lubang dan padatkan tanah di sekitar pangkal bibit pelan-pelan.
(Susila, 2006)
2.2.4       Pemeliharaan
  • Penyulaman paling lama 15 hari setelah tanam. Gulma disiangi dua kali, yaitu umur 3-4 minggu dan 6 minggu dengan cangkul/kored. Sambil melakukan penyaingan lakukan pendangiran.
  • Tanah digemburkan karena mungkin terjadi pemadatan akibat penyiraman air dan proses pengeringan oleh sinar matahari. Bila terlihat tanah kekurangan air maka perlu dilakukan penyiraman. Lakukan penyiraman hingga tanah di sekitar pertanaman cukup basah dan merata.
  • Pembubunan bagian dasar tunas selama 4 minggu sebeluum panen. Naikkan tanah di sekitar batang agar pangkalnya tertutup. Penimbunan memberikan wama putih pada batang bagian bawah sehingga memberikan penampilan yang menarik dan kualitas yang prima.
  • Potong tangkai bunga dan daun tua untuk merangsang pertumbuhan anakan.
  • Penyemprotan pestisida gunakan jika perlu/jika sudah ada tanda-tanda awal munculnya hama dan penyakit.
(Susila, 2006)
2.2.5        Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang sering diternukan di areal penanaman bawang prei antara lain:
  • ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn). Hama ini bisa membuat tanaman rebah. Pangkal batang yang diserang akan memperlihatkan bekas gigitannya. Bisa juga batang sampai terpotong hingga putus.
Pengendalian :
-    secara kimia dengan menggunakan insektisida Dursban 20 EC dengan dosis 2-3 ml/i air.
-    Secara mekanis dengan mengumpulkan ulat di malam hari, menjaga kebersihan kebun dan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae.
  • Ulat bawang/ulat grayak (Spodoptera exiqua Hbn.)
Pengendalian :
-    Secara kimia dengan Hostathion 40 EC, Orthene 75 SP, Cascade 50 EC atau dengan perangkap ngengat.
-    Secara mekanis dengan cara pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae.
  • Kutu loncat (Thrips tabacci Lind.)
Pengendalian : pergiliran tanaman bukan Liliaceae, menanam secara serempak, memasang perangkap serangga berupa kertas/ dengan insektisida Mesurol 50 WP.
  • Bercak ungu (Alternaria porri Ell.Cif.)
Pengendalian :
-    Secara kimia menggunakan fungisida Antracol 70WP, Dithane M-45, Orthocide 50 WP atau Difolatan 4F.
-    Secara mekanis dengan perbaikan tata air tanah, pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae.
  • Busuk daun/embung tepung (Peronospora destructor Berk.)
Pengendalian : menggunakan benih atau bibit sehat, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan fungisida Dithane M-45, Antracol 70WP atau Daconil 75 SP.
  • Antraknose (Collectotrichum gleosporiodes Penz.)
Gejala : daun bawah rebah, pangkal daun mengecil dan tanaman mati mendadak.
Pengendalian : menggunakan bibit atau benih sehat, perbaikan tata air, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae, mencabut tanaman yang sakit dan fungisida Antracol 70WP dan Daconil 75WP.
(Susila, 2006)
2.2.6        Panen
  • Umur panen 2,5 bulan setelah tanam.
  • Jumlah anakan maksimal (7-10 anakan), beberapa daun menguning.
  • Seluruh rumpun dibongkar dengan cangkul/kored di sore hari/pagi hari.
  • Bersihkan akar dari tanah yang berlebihan.
(Susila, 2006)

 Pemeliharaan dan Pemupukan Tanaman
Pemeliharaan yang dilakukan meliputi penyiangan terhadap gulma, hal ini dilakukan bersamaan dengan pendagiran untuk menggemburkan tanah yang mungkin mengalami pemadatan. Selain itu juga diperlukan penimbunan pada pangkal batang. Hal ini dilakukan untuk memperoleh warna putih pada batang semu bawang daun (W.Setiawati,2007). Penyiraman pada tanaman bawang daun harus dilakukan terutama jika bawang daun ditanam pada musim kemarau, sedangkan jika ditanam pada musim penghujan maka drainase harus sangat diperhatikan dengan baik agar tidak terjadi genangan air di lahan.
Pemupukan yang diusahakan untuk tanaman bawang daun pada saat pengolahan tanah meliputi pupuk kandang dengan dosis 10-15ton/ha. Pupuk lain yang digunakan adalah urea 200kg/ha yang diberikan sebanyak dua kali, yaitu pada saat tanaman berumur 21 hari (setengah dosis) dan sisanya pada saat tanaman berumur 42 hari. Untuk pupuk SP 36 dan KCL juga diberikan dua kali seperti pupuk urea, dengan dosis pemupukan pertama SP 36 sebanyak 50 kg dan KCL 50 kg. dan untuk pemupukan kedua SP 36 sebanyak 50 kg dan KCL 25 kg. pemupukan ini dilakukan dengan dibuat larikan kurang lebih 5cm dari sisi kiri dan kanan batang, dan menaburkan pupuk pada larikan dan kemudian larikan tersebut ditimbun kembali dengan tanah

2.2.7        Pascapanen
  • Bawang prei dikumpulkan ditempat yang teduh, dicuci bersih dengan air menggalir/disemprot, lalu ditiriskan atau dikeringanginkan.
  • Diikat dengan tali raffia di bagian batang dan daunnya.
  • Berat tiap ikatan 25-50 kg.
  • Daun bawang disortir berdasarkan diameter batang (kecil : 1,0-1,4cm dan besar : 1,5-2cm).
  • Ujung daun dipotong sekitar 10cm.
  • Simpan pada temperature 0,8-1,40C sehari semalam untuk menekan penguapan dan kehilangan bobot.
  • Pengemasan di dalam peti kayu 20 x 28 cm tinggi 34cm yang diberi ventilasi dan alasnya dilapisi busa atau di dalam keranjang plastic kapasitas 20kg.
(Susila, 2006)

♣ Tehnik Budidaya Bawang Daun / Daun Bawang



Untuk orang Indonesia, persyaratan dari daun bawang tampaknya tidak akanselesai tidak. sebagai hasil dari tanaman yang umum digunakan dalammasakan Indonesia. Selain itu, pada acara-acara besar lebar tersebut.Sebagian besar orang Indonesia dapat merasa kurang jika tidak menggunakanbawang daun dalam memasak. Oleh karena itu, budidaya bawang perai masihdikembangkan.

Biasanya, daun bawang bisa gaya tambahan lezat ketika ditambahkan ke dalam sayuran di samping kentang dan opor ayam Kupat. Mengingatpentingnya daun bawang, itu akan menjadi tambahan yang berguna untukmemahami bagaimana bibit bawang prei, dalam bahasa Latin disebut sebagaisebutanAllium fistulosum L., yang dibudidayakan.



Nama Latin: Allium fistulosum L.
Nama Inggris: Welsh onion
Famili : LILIACEAE



1. Cultivar


Rp (Lokal Cipanas), Fragrant, Miranda, Freda, Lorie,
Linda



2. Pembibitan dengan Persemaian


  • Benih disemaikan dalam bedengan dengan lebar 100-120 cm dan panjang lahan. Tanah diolah sedalam 30 cm campur pupuk kandang yang telah diayak sebanyak 2 kg/m.
  • Bedengan diberi atap plastik bening setinggi 100-150 cm di sisi Timur dan 60-80 cm di sisi Barat.
  • Benih ditaburkan di dalam larikan melintang sedalam 1 cm dengan jarak antar larikan 10 cm.
  • Tutup dengan daun pisang/karung goni basah.
  • Setelah berkecambah penutup dibuka.
  • Penyiraman setiap hari.
  • Tanaman dipupuk dengan pupuk daun sebanyak 1/3 - 1/2 dosis anjuran dengan cara semprot (umur 1 bulan).
  • Bibit berumur 2 bulan dengan ketinggian 10-15 cm siap dipindah tanamkan.



Pembibitan dari Anakan


  • Rumpun yang akan dijadikan bibit berumur 2,5 bulan dan sehat.
  • Rumpun dibongkar bersama akarnya, bersihkan tanah yang menempel dan akar/daun tua.
  • Pisahkan rumpun sehingga didapatkan beberapa rumpun baru yang terdiri atas 1-3 anakan.
  • Buang sebagian daun.
  • Bibit disimpan di tempat lembab dan teduh selama 5-7 hari.



3. Pengolahan Lahan


  • Pengolahan lahan dilakukan 15-30 hari
sebelum tanam.
  • Pembedengan untuk tanah sawah/tanah darat (lahan kering):
    • Bersihkan areal dari gulma dan batu/kerikil.
    • Olah tanah sedalam 30-40 cm hingga gembur.
    • Buat parit untuk pemasukan dan pengeluaran air.
    • Buat bedengan selebar 80-100 cm, tinggi 30 cm dengan lebar antar bedengan 25-30 cm.
    • Campur merata dengan tanah, 10-15 ton/ha pupuk kandang dan ratakan permukaan bedengan.
  • Pengapuran dilakukan jika tanah ber-pH < 6.5 dengan 1-2 ton/ha kapur dolomit dicampur merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm.
     
    4. Penanaman
    • Biasanya ditanaman dengan pola tanam tumpang sari. 
    • Bibit ditanam di antara tanaman utama yang berumur lebih panjang dari bawang daun.
    • Sebelum kanopi tanaman utama saling menutup, bawang daun harus sudah dipanen.
    • Sistem tumpang sari yang sekarang banyak ditanam adalah dengan tanaman cabe, wortel dan sayuran daun lain.
    • Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober) atau awal kemarau (Maret).
    • Lubang tanam dibuat pada jarak 20 x 20 cm sedalam 10 cm. Sebelum penanaman, bibit dari persemaian dicabut dengan hati-hati, sebagian akar dan daun dipotong.
    • Sebagian akar dari bibit dari rumpun induk juga dibuang.
    • Rendam dalam larutan fungisida konsentrasi rendah (30-50 prosen dari dosis anjuran) selama 10-15 menit.
    • Tanam bibit dalam lubang dan padatkan tanah di sekitar pangkal bibit pelan-pelan.


    5. Pemeliharaan
    • Penyulaman paling lama 15 hari setelah tanam.
    • Gulma disiangi dua kali, yaitu umur 3-4 minggu dan 6 minggu dengan cangkul/kored.
    • Pembubunan bagian dasar tunas selama 4 minggu sebelum panen
    • Potong tangkai bunga dan daun tua untuk merangsang pertumbuhan anakan.
    • Siram 2 kali sehari
    • Tidak boleh becek/terlalu basah.
    • Penyemprotan pestisida gunakan jika perlu /jika sudah ada tanda-tanda awal munculnya hama dan penyakit.


    Hama dan Penyakit
    • Ulat bawang/ulat grayak (Spodoptera exiqua Hbn.) Pengendalian: cara pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan pengendalian kimia dengan Hostathion 40 EC, Orthene 75 SP, Cascade 50 EC atau dengan perangkap ngengat.
    • Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.) Pengendalian mekanis: mengumpulkan ulat di malam hari, menjaga kebersihan kebun dan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae. Pengendalian kimia: umpan beracun yang dipasang di malam hari berupa campuran 250 gram Dipterex 95 Sl 125, 10 kg dedak dan 0,5 gram gula merah dan dilarutkan dalam 10 liter air; Insektisida berupa Dursban 20 EC atau Hostahion 40 EC.
    • Thrips/kutu loncat/kemeri (Thrips tabbaci Lind.) Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliaceae; menanam secara serempak; memasang perangkap serangga berupa kertas/dengan insektisida Mesurol 50 WP.
    • Bercak ungu (Alternaria porri (Ell.) Cif.) Pengendalian: cara perbaikan tata air tanah, pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan menggunakan bibit sehat. Fungisida yang digunakan adalah Antracol 70 WP, Dithane M-45, Orthocide 50 WP atau Difolatan 4F.
    • Busuk daun/embun tepung (Peronospora destructor (Berk.) Casp) Pengendalian: menggunakan benih/bibit sehat, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan fungisida Dithane M-45, Antracol 70 WP atau Daconil 75 SP.
    • Busuk leher batang (Bortrytis allii Munn.) Gejala: leher batang menjadi lunak, berwarna kelabu, bentuknya menjadi bengkok dan busuk. Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliacea, penggunaan benih/bibit sehat, meningkatkan kebersihan kebun dan tanaman dan fungisida Dithane M-45 atau Daconil 75 WP.
    • Antraknose (Collectotrichum gleosporiodes Penz.) Gejala: daun bawah rebah, pangkal daun mengecil dan tanaman mati mendadak. Pengendalian: menggunakan bibit/benih sehat, perbaikan tata air, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae, mencabut tanaman yang sakit dan fungisida Antracol 70 WP dan Daconil 75 WP.


    6. Panen
    • Umur Panen 2,5 bulan setelah tanam. 
    • Jumlah anakan maksimal (7-10 anakan), beberapa daun menguning.
    • Seluruh rumpun dibongkar dengan cangkul/kored di sore hari/pagi hari.
    • Bersihkan akar dari tanah yang berlebihan.
       
       7. Pascapanen

    • Bawang daun kumpulkan di tempat yang teduh, dicuci bersih dengan air mengalir/disemprot, lalu ditiriskan.
    • Diikat dengan tali rafia di bagian batang dan daunnya.
    • Berat tiap ikatan 25-50 kg.
    • Daun bawang disortir berdasarkan diameter batang: kecil (1,0-1,4 cm) dan besar (1,5-2 cm)
    • Lalu dicuci dengan air bersih yang mengalir/disemprot dan dikeringanginkan.
    • Ujung daun dipotong sekitar 10 cm.
    • Simpan pada temperatur 0,8-1,4o C sehari semalam untuk menekan penguapan dan kehilangan bobot
    • Pengemasan di dalam peti kayu 20 x 28 cm tinggi 34 cm yang diberi ventilasi dan alasnya dilapisi busa. Atau di dalam keranjang plastik kapasitas 20 kg.
  • || | Copyright 2012 By : Apps Pertanian | Created By : Binkbenks ||