Minggu, 06 Januari 2013

Penelitian BUDIDAYA BAWANG PREI

 
Kondisi lingkungan yang sesuai dengan pertumbuhan bawang daun dapat memberikan hasil panenyang tinggi. Keadaan lingkungan (iklim dan tanah) yang cocok sangat menunjang produktivitas tanaman. Olehkarena itu, lokasi untuk usahatani bawang daun harus memperhatikan keadaan lingkungan (Cahyono, 2005).
 A.

Keadaan IklimKeadaan iklim yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi usahatani bawang daun adalah suhuudara, kelembapan udara, dan curah hujan. 


1.Suhu UdaraBawang daun menghendaki suhu udara berkisaar antara 19
C - 24
Daerah yang memiliki kisaransuhu udara tersebut adalah daerah yang memiliki ketinggian 400-1.200 m di atas permukaan laut (dpl). Olehkarena itu, bawang daun sangat cocok bila di tanam di daerah tersebut. Suhu udara yang tinggi (lebih dari 24
 C) dapat menyebabkan bawang daun tidaak dapat tumbuh dengan baik (tidak sempurna). 


2. Kelembaban UdaraKelembaban udara yang optimal bagi pertumbuhan bawang daun berkisar antara 80%-90%.Kelembaban udara yang tinggi (lebih dari 90%) menyebabkan pertumbuhan bawang daun tidak sempurna, jumlah anakan setiap rumpun sedikit dan tidak subur, kualitas daun jelek, dan produksi biji rendah karenaproses pembungaan dan pembentukan buah tidak berjalan sempurna. Kelembaban udara yang rendah jugamenyebabkan pertumbuhan vegetatif terhambat, proses pembuahan terhambat, dan banyak bunga yanggugur.
 3. Curah Hujan dan Ketinggian TempatBawang daun dapat ditanam sepanjang tahun (sepanjang musim). Bawang daun tergolong tanamanyang tahan terhadap hujan sehingga dapat ditanam pada musim hujan serta memberikan hasil yang cukupbaik. Namun, curah hujan yang cocok bagi bawang daun adalah sekitar 1.000-1.500 mm/ tahun, denganketinggian tempat yang cocok (ideal) untuk penanaman bawang daun adalah 700-1200 m dpl. 
B.
 Keadaan tanahPemilihan lokasi untuk usahatani bawang daun harus memperhatikan keadaan tanah yang meliputisifat fisik tanah dan sifat kimia tanah. Sifat fisik tanah yang cocok bagi tanaman bawang daun adalah tanahgembur, memiliki solum tanah cukup dalam, dan mudah mengikat air. Sifat fisik tanah yang baik untukpenanaman bawang daun dijumpai pada tanah regosol, andosol, dan latosol. Kondisi fisik tanah yang baik akanmeningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perakaran tanaman sehingga penyerapan zat hara di dalamtanah dapat berjalan lebih baik. Sedangkan kondisi kimia tanah yang cocok untuk bawang daun adalah tanahyang memiliki derajat keasaman tanah (pH tanah) berkisar antara 6,5-7,5.

Teknologi Budidaya
 
Usahatani bawang daun perlu didukung dengan teknik bercocok tanam yang baik, bibit yangberkualitas baik, dan tahapan kerja yang runtut. Teknik budidaya bawang daun meliputi pembibitan,pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, serta perlindungan tanaman dari serangan hama dan penyakit


Pembibitan
Bawang daun diperbanyak secara generatif dengan bijinya atau vegetatif dengan stek. Di Indonesia tanaman ini sulit menghasilkan biji, perbanyakan denganbiji hanya dilakukan pada waktu pertama tanam. Untuk menghemat biaya,penanaman selanjutnya menggunakan bibit stek tanaman induk. Benih biasanya dibelidari toko bibit/pupuk yang mengimpornya dari luar negeri. Sebelum membeli benih,perhatikan varitasnya dan tanggal kadaluarsa benih.Rumpun yang akan dijadikan bibit berumur 2,5 bulan dan sehat. Rumpundibongkar bersama akarnya, bersihkan tanah yang menempel dan akar/daun tua,pisahkan rumpun sehingga didapatkan beberapa rumpun baru yang terdiri atas 1-3anakan. Untuk mengurangi penguapan dan merangsang pertumbuhan tunas baur,sebagian daun dibuang. Bibit ini dapat disimpan di tempat lembab dan teduh selama5-7 hari.
Pengolahan Lahan
Pengolahan lahan dilakukan 15-30 hari sebelum tanam. Lahan dibersihkan dariberbagai jenis gulma dan sisa tanaman yang tidak bisa membusuk dan terurai,termasuk tanaman kayu pada tanah tegalan, serta batu-batu krikil. Kemudian tanahdiolah dengan dicangkul, dibajak, atau ditraktor sehingga didapatkan tanah yanggembur. Kedalaman tanah olahan adalah 30-40 cm. Kemudian buat parit untukpemasukan dan pengeluaran air
TEHNIK PENANAMAN
 Bawang daun dapat ditanam dalam pola tanam tanaman tunggal atausistem tumpang sari. Sistem tumpang sari yang sekarang banyak ditanam adalahdengan tanaman cabe. Penanaman dilakukan sepanjang tahun asal air tersedia.Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober) atau awal kemarau (Maret).
Lubang tanam dibuat pada jarak 20 x 20 cm sedalam 10 cm.

Sebelum tanam bibityang siap tanam sebaiknya direndam dalam larutan fungisida selama 10-15 menit.Tanam bibit dalam lubang dan padatkan tanah di sekitar pangkal bibit pelan-pelan.

PENYIANGAN
Gulma disiangi dua kali, yaitu waktu tanaman berumur 3-4 minggu dan 6minggu. Lakukan penyiangan dengan hati-hati dan gunakan cangkul/kored.Rumput liar yang tumbuh di parit antar bedengan juga harus disiangi. Untuk menjaga kebersihan kebun dan tanaman, lakukan pemotongan tangkai bunga dandaun tua. Pemangkasan ini juga merangsang pertumbuhan anakan.

PEMUPUKAN
Pupuk yang diberikan adalah 300 kg/ha urea dan 600 kg/ha ZA. Keduapupuk ini diberikan bersamaan dengan penyiangan yaitu pada 3-4 minggu dan 6minggu setelah tanam masing-masing ½ dosis. Pupuk diberikan di dalam larikandi antara barisan bawang.

HAMA 
Hama dan PenyakitA. 
Hama Ulat tanah



merupakan hama bagi tanaman bawang daun, mempunyai
ciri sebagai berikut:kupu-kupu betina berwarna coklat tua dengan titik putih dan bergaris-garis.
31Panjang ulat 4-5 cm. Gejala: ulat menyerang pangkal batang sehingga tanamanterkulai. Pengendalian mekanis: mengumpulkan ulat di malam hari, menjagakebersihan kebun dan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae.Pengendalian kimia: umpan beracun yang dipasang di malam hari berupacampuran 250 gram Dipterex 95 Sl 125, 10 kg dedak dan 0,5 gram gula merahdan dilarutkan dalam 10 liter air; Insektisida berupa Dursban atau Hostahion.


B.PENYAKIT
Busuk daun daun bercak ungu merupakan penyakit pada tanaman bawangdaun. Busuk daun mempunyai gejala sebagai berikut: muncul bercak hijau pucatdi ujung daun, daun layu dan mengering dan diseliputi oleh jamur hitam;berkembang di musim hujan. Pengendalian: menggunakan benih/bibit sehat, rotasitanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan fungisida Dithane, Antracol atauDaconil. Lalu untuk bercak ungu gejalanya adalah pada daun terdapat bercak kecilberwarna putih sampai kelabu, membesar menjadi agak keunguan dan ujung daunmengering. Serangan berat menyebabkan busuk pangkal batang . Pengendalian:cara perbaikan tata air tanah, pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceaedan menggunakan bibit sehat. Fungisida yang dapat digunakan adalah Antracol 70WP, Dithane M-45, Orthocide 50 WP atau Difolatan 4F.Pestisida hanya digunakan jika perlu, tetapi mengingat resiko yang akanditanggung jika terjadi serangan hama dan penyakit, pestisida sudah diberikansebelum terjadi serangan/jika sudah ada tanda-tanda awal munculnya hama danpenyakit


|| | Copyright 2012 By : Apps Pertanian | Created By : Binkbenks ||