Minggu, 06 Januari 2013

Cara Menjaga Kesuburan Tanah

Akhir-akhir ini kita lihat bahwa banyak orang yang kurang memperdulikan masalah kesuburan tanah. Banyak sekali lahan-lahan kritis yang susah sekali ditanami dengan tanaman sehingga menjadi tanah gersang dan tandus. Padahal semua itu bisa kita hindari bila kita mempunyai kemauan untuk selalu menjaga kesuburan tanah sehingga kita dapat menjaga kelestarian alam.

Pada suatu kasus yang sering kita lihat adalah banyak petani kita yang sering mengeluhkan masalah kelangkaan pupuk dan tingginya harga pupuk di pasaran. Padahal bila tanah kita subur kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk membeli pupuk.

Untuk menjaga kesuburan tanah bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Gunakan jerami. Pada tanah sawah, biasanya setelah panen padi kita selalu membuang dan membiarkan jerami ditumpuk di pinggir sawah. Padahal jerami itu bisa kita manfaatkan untuk menyuburkan tanah. Sebarkan jerami tersebut ke lahan dan ratakan. Kemudian taburkan serbuk dolomit ke atas jerami tersebut. Fungsi dolomit untuk membantu mempercepat pelapukan daun jerami dan bisa mengatur tingkat keasaman tanah sehingga tanah bisa lebih matang dan lahan bisa segera ditanami.Setelah sekitar seminggu lahan tersebut bisa langsung dibajak dan jerami yang belum lapuk bisa dibenamkan ke dalam tanah. 
  •  
  •  
  • Lubang resapan Biopori. Pada taman atau halaman rumah bisa kita lakukan metode biopori. Caranya lubangi tanah secara tegak lurus dengan menggunakan pipa besi dengan diameter sekitar 10-20 cm dan kedalaman tanah sekitar 100 cm. Jarak antar lubang resapan biopori adalah 50-100 cm. Kebutuhan jumlah lubang resapan biopori yang diperlukan berdasarkan luas tutupan bangunan. Bila tutupan bangunan dengan luas 20 m2 diperlukan lubang resapan biopori sebanyak 3 unit dan setiap tambahan luas tutupan bangunan 7 m2 diperluhan tambahan 1 unit lubang resapan biopori. Dalam pemeliharaannya lubang resapan biopori ini diisi sampah organik secara berkala dan mengambil sampah tersebut setelah menjadi kompos diperkirakan 2-3 bulan setelah terjadi proses pelapukan.
  •  
  •  
  • Tanaman Crotalaria.Untuk lahan kritis bisa dimanfaatkan untuk ditanami tanaman crotalaria. Akar tanaman crotalaria bisa mengikat nitrogen dan unsur lain yang sangat dibutuhkan tanah untuk menjadi subur. Daun dan batang tanaman crotalaria sangat baik dijadikan pupuk hijau (kompos) karena mengandung unsur-unsur yang sangat dibutuhkan tanah dan tanaman dibanding pupuk hijau dari tanaman lain.

|| | Copyright 2012 By : Apps Pertanian | Created By : Binkbenks ||